Posts

RLI, Cikarang – Setiap peralatan listrik memiliki kebutuhan tegangan yang berbeda-beda, dan standar tegangan tersebut juga dapat bervariasi tergantung negara. Tegangan listrik sendiri memiliki rentang nilai yang luas, mulai dari 300 Volt hingga puluhan bahkan ratusan kiloVolt (kV).

Dalam dunia kelistrikan, tegangan listrik diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok utama, yaitu Tegangan Rendah (Low Voltage/LV), Tegangan Menengah (Medium Voltage/MV), dan Tegangan Tinggi (High Voltage/HV). Klasifikasi ini digunakan untuk memudahkan perencanaan, distribusi, serta pengamanan sistem tenaga listrik.

Di Indonesia, pembagian ini juga mengikuti standar yang umum diterapkan oleh PLN dan regulasi kelistrikan nasional. Secara sederhana:

Tegangan rendah berada di bawah 3600 Volt (3.6 kV),

Tegangan menengah berada pada rentang 3.6 kV hingga 70 kV,

Tegangan tinggi berada pada rentang 71 kV hingga 220 kV,

Agar lebih jelas, berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan tegangan tinggi, menengah, dan rendah beserta fungsi serta penerapannya.

Tegangan Rendah (Low Voltage)

Tegangan Rendah adalah sistem kelistrikan dengan tegangan dibawah 3.6 kV. Tegangan inilah yang paling umum digunakan oleh masyarakat sehari-hari. Tegangan rendah disalurkan ke konsumen melalui transformator penurun tegangan (step-down transformer) dan digunakan pada: Rumah tinggal, Perkantoran kecil, Toko dan bangunan komersial ringan.

Meskipun disebut “tegangan rendah”, listrik pada level ini tetap sangat berbahaya. Kontak langsung dengan listrik tegangan rendah dapat menyebabkan luka serius, sengatan berat, bahkan kematian jika tidak ditangani dengan benar.

Tegangan Menengah (Medium Voltage)

Tegangan Menengah memiliki rentang antara  3.6 kV hingga 70 kV. Tegangan ini berfungsi sebagai penghubung antara gardu induk dan gardu distribusi sebelum akhirnya diturunkan ke tegangan rendah.

Penggunaan tegangan menengah umumnya diperuntukkan bagi konsumen dengan kebutuhan daya besar, seperti: Pabrik dan kawasan industri, Gedung komersial berskala besar, dan Fasilitas produksi yang menggunakan banyak motor listrik dan mesin berat.

Tegangan Tinggi (High Voltage)

Tegangan Tinggi adalah sistem kelistrikan dengan level tegangan berada pada rentang 71 kV hingga 220 kV. Tegangan ini umumnya digunakan untuk transmisi tenaga listrik jarak jauh, yaitu dari pusat pembangkit listrik menuju gardu induk.

Penggunaan tegangan tinggi bertujuan untuk mengurangi rugi daya selama proses penyaluran listrik. Semakin tinggi tegangannya, maka arus listrik yang mengalir akan semakin kecil untuk daya yang sama. Hal ini membantu meminimalkan panas dan kehilangan energi pada kabel transmisi.

Di Indonesia, distribusi tegangan tinggi dilakukan melalui, SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) dan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)

Karena risikonya sangat tinggi, instalasi dan perawatan sistem tegangan tinggi hanya boleh dilakukan oleh tenaga bersertifikat dengan prosedur keselamatan yang ketat. Bahkan tanpa kontak langsung, berada terlalu dekat dengan jaringan tegangan tinggi dapat memicu loncatan listrik (electric arc) yang sangat berbahaya

Pentingnya Memahami Klasifikasi Tegangan Listrik

Dengan memahami klasifikasi tegangan listrik, Anda dapat:

  • Menentukan jenis instalasi dan kabel yang tepat,

  • Mengurangi risiko kecelakaan listrik,

  • Menggunakan peralatan listrik sesuai standar keamanannya,

  • Lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Pengetahuan dasar ini sangat penting, baik untuk pemilik rumah, pelaku usaha, maupun pihak industri agar sistem kelistrikan dapat beroperasi dengan aman, efisien, dan sesuai standar.

RLI, Cikarang – Kabel berpelindung atau armoured cable seperti AWA (Aluminium Wire Armoured) dan SWA (Steel Wire Armoured) dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra pada instalasi listrik. Dengan kemampuan menahan benturan, tekanan, gigitan hewan, serta berbagai kondisi lingkungan ekstrem, kabel ini menjadi pilihan utama untuk sistem listrik yang membutuhkan keamanan mekanis tinggi. Kabel armoured di Indonesia umumnya mengikuti standar nasional seperti SNI, SPLN, dan standar ketahanan api IEC 60332-1, yang digunakan luas di industri listrik Indonesia untuk memastikan keamanan instalasi.

Aplikasi Kabel AWA atau SWA

Kabel armoured sering disebut kabel baja berpelindung (SWA) atau aluminium berpelindung (AWA). Penggunaannya sangat luas, terutama pada area yang membutuhkan ketahanan terhadap kerusakan fisik.

1. Industri konstruksi

Kabel armoured banyak dipakai untuk distribusi daya pada bangunan industri maupun komersial. Perlindungannya yang kuat memastikan suplai energi tetap stabil dan aman dari risiko kerusakan. Instalasi pencahayaan luar ruangan dan lampu jalan juga mengandalkan kabel jenis ini karena tahan cuaca, tahan hewan pengerat, serta mampu menghadapi potensi perusakan (vandalism).

2. Area berbahaya

Di fasilitas seperti pabrik kimia atau kilang minyak, risiko ledakan atau kebakaran sangat tinggi. Kabel armoured memberikan perlindungan tambahan untuk mengurangi potensi kegagalan sistem listrik.

3. Instalasi bawah tanah

Lingkungan bawah tanah seperti terowongan, subway, dan jalur kabel bawah tanah membutuhkan ketahanan mekanis yang kuat. Kabel AWA atau SWA mampu menghadapi tekanan tanah, kelembapan, dan risiko gesekan selama pemasangan.

4. Industri pertambangan

Kondisi tambang yang berat menuntut kabel dengan daya tahan mekanis tinggi. Kabel armoured menjadi solusi ideal untuk memastikan sistem listrik tetap berfungsi.

5. Aplikasi kelautan (marine)

Lingkungan laut memiliki tantangan khusus seperti korosi akibat air asin dan cuaca ekstrem. Kabel armoured mampu menghadapi kondisi tersebut, sehingga sering digunakan di galangan kapal, pelabuhan, dan instalasi lepas pantai.

6. Berbagai industri lainnya

Mulai dari pabrik manufaktur, area pertanian, hingga pusat transportasi, kabel AWA atau SWA digunakan di berbagai sektor yang membutuhkan durabilitas tinggi dan perlindungan maksimal.

Keunggulan Kabel Armoured

Kabel armoured memiliki dua keunggulan utama yang membedakannya dari kabel tanpa pelindung:

1. Perlindungan mekanis yang sangat baik

Lapisan aluminium atau baja memberikan ketahanan terhadap, benturan, tekanan atau crushing, penetrasi benda tajam, tarikan saat pemasangan (pulling load). Ini menjadikan kabel AWA/SWA ideal untuk area konstruksi, pabrik, dan instalasi luar ruangan.

2. Tahan lingkungan ekstrem

Armor melindungi kabel dari, kelembapan, debu dan kotoran, suhu ekstrem, serta gigitan tikus atau hama lainnya. Hal ini memastikan performa kabel tetap stabil meskipun berada di lingkungan yang berat.

Untuk kebutuhan instalasi listrik yang memerlukan perlindungan mekanis tinggi, pemilihan kabel armoured yang tepat sangatlah penting. Di Indonesia, Kabel Jembo menjadi salah satu pilihan yang terpercaya karena diproduksi sesuai standar SNI, SPLN, dan IEC 60332-1, serta telah terbukti digunakan dalam berbagai proyek industri, komersial, hingga infrastruktur besar.

Jika kamu membutuhkan kabel armoured untuk proyek gedung, pabrik, jalan, pertambangan, atau instalasi bawah tanah, gunakan produk resmi Kabel Jembo dari mitra resmi, PT Rumah Listrik Indonesia yang terpercaya dengan pelayanan terbaik.

 

Instalasi listrik rumah tangga memerlukan kabel yang aman, efisien, dan sesuai standar. Kabel tegangan rendah (LV) adalah jenis kabel yang umum digunakan di rumah karena dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut. Kabel LV biasanya memiliki isolasi PVC tebal dan sertifikasi SNI, sehingga meminimalkan risiko korsleting atau kebakaran listrik. Dengan menggunakan kabel LV yang tepat, sistem kelistrikan rumah dapat berfungsi secara optimal dan hemat energi.

Keamanan

Kabel LV didesain khusus untuk instalasi di dalam gedung atau rumah, sehingga fitur keamanannya diutamakan. Kabel LV yang memenuhi standar SNI/IEC telah diuji dan bersertifikasi. Dengan kata lain, penggunaan kabel LV bersertifikat memastikan instalasi listrik rumah lebih aman dan tahan lama karena kualitas dan keselamatannya terjamin. 

Efisiensi

Kabel LV mampu menghantarkan arus listrik dengan baik berkat bahan konduktor tembaga atau aluminium berkualitas tinggi. Kabel yang baik memiliki daya hantar listrik tinggi sehingga resistansi sepanjang kabel rendah. Akibatnya, tegangan listrik sampai ke peralatan rumah tangga tetap stabil. Secara praktis, hal ini membantu menjaga tagihan listrik tetap rendah karena energi tersalur lebih efisien ke lampu, AC, atau peralatan elektronik lainnya. Dengan kata lain, memasang kabel LV yang tepat dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik di rumah.

Ketersediaan

Kabel tegangan rendah diproduksi oleh banyak merek terkemuka di Indonesia, sehingga ketersediaannya sangat luas di pasar. Produsen lokal menawarkan berbagai kabel LV yang memenuhi standar SNI dan IEC. Karena diproduksi massal dengan spesifikasi standar, konsumen mudah menemukan kabel LV dalam berbagai ukuran dan jenis (NYA, NYM, NYY, dsb.) sesuai kebutuhan instalasi rumah. Pilihan yang beragam juga membuat harga kabel LV relatif kompetitif. Dengan demikian, pemilik rumah tidak perlu kesulitan mencari kabel LV berkualitas – berbagai opsi tersedia melalui toko listrik atau distributor resmi.

Fleksibilitas Instalasi

Kelebihan kabel LV lainnya adalah kemudahannya untuk dipasang dan diatur dalam bangunan rumah. Terdapat varian kabel LV yang sangat fleksibel, seperti kabel NYAF atau NYYHY, yang dapat ditekuk. Hal ini memudahkan instalasi pada area sempit, sudut yang sulit dijangkau, atau ketika harus melalui peralon dan saluran kabel.

Kesesuaian dengan Kebutuhan Rumah Tangga

Kabel LV sepenuhnya disesuaikan untuk keperluan kelistrikan rumah tangga. Tegangannya mulai dari sekitar 230/400 V (fase listrik standar rumah) hingga 450/750 V, cocok untuk berbagai perangkat rumah. Misalnya, kabel NYA sering dipakai untuk jalur lampu dan stop kontak dalam rumah. Sementara itu, kabel NYM ideal untuk instalasi permanen di dinding atau plafon karena tahan terhadap kelembapan. Ketersediaan jenis dan ukuran kabel yang beragam ini menjamin setiap kebutuhan listrik rumah dapat terpenuhi dengan tepat.

Memilih kabel LV yang berkualitas adalah investasi penting untuk keamanan dan kenyamanan rumah Anda. Salah satu pilihannya adalah kabel Jembo, produk kabel LV terstandar SNI dan IEC yang telah terbukti berkualitas. Kabel Jembo tersedia dalam berbagai tipe sesuai kebutuhan instalasi rumah. Untuk mendapatkan kabel Jembo yang asli dan terjamin kualitasnya, lengkapi instalasi listrik Anda melalui mitra resmi PT Rumah Listrik Indonesia.

RLI, Cikarang – Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Jawa Barat, kebutuhan akan sistem kelistrikan yang stabil dan efisien menjadi semakin penting. Dari sektor manufaktur, gedung komersial, hingga hunian, setiap elemen membutuhkan instalasi listrik yang aman dan berkualitas. Di sinilah Rumah Listrik Indonesia (RLI) hadir sebagai mitra yang siap memberikan solusi lengkap, bukan hanya produk, tetapi juga pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional.

Pengiriman Cepat, Dukungan Maksimal!

RLI berlokasi di Jalan Industri Jababeka No.15, Pairsari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 17530. Kawasan ini merupakan pusat industri yang berkembang sangat pesat di Indonesia. Dikelilingi oleh ribuan perusahaan nasional dan multinasional, Jababeka menjadi pusat aktivitas ekonomi dan produksi yang dinamis.

Berada di lokasi ini, Kami lebih mudah menjangkau berbagai kebutuhan proyek industri dan komersial secara cepat yang tersebar di Bekasi dan sekitarnya. Selain itu, lokasi kami dekat dengan jalur utama dan akses tol, memungkinkan proses logistik berjalan lancar dan efisien.

Salah satu keunggulan utama RLI adalah kemampuan kami dalam memastikan distribusi produk yang cepat dan aman. Kami memahami bahwa proyek kelistrikan seringkali berjalan dengan tenggat waktu yang ketat. Maka dari itu, kecepatan dalam pengiriman menjadi prioritas utama.

RLI tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar. Kami juga melayani kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, dan kontraktor menengah. Mulai dari pemilihan kabel sesuai daya, hingga perencanaan instalasi listrik, tim kami siap membantu memberikan solusi sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.

Dengan lokasi operasional di kawasan industri Jababeka dan tim teknis yang berpengalaman, RLI siap menjadi mitra terbaik untuk kelistrikan yang efisien dan sesuai standar.

RLI, Cikarang – Pernah kepikiran kenapa listrik di rumah pakainya arus bolak-balik (AC), bukan arus searah (DC)? Padahal, DC sering disebut lebih stabil dan aman. Tapi kenyataannya, hampir semua rumah di seluruh dunia pakai AC sebagai sumber listrik utama. Yuk, kita bahas bareng kenapa listrik rumah lebih cocok pakai AC, biar makin paham dan nggak salah kaprah soal arus listrik!

Apa itu listrik AC dan DC?

Arus bolak-balik (AC) adalah jenis arus listrik di mana aliran muatannya berubah arah secara berkala. Dalam sistem AC, bayangkan kamu punya selang air yang mengalir maju-mundur secara teratur. Kadang airnya mengalir ke depan, lalu sebentar kemudian balik arah ke belakang, terus begitu secara berulang-ulang. Nah, itulah gambaran sederhana dari arus bolak-balik (AC) dengan aliran listrik terus berubah arah, naik turun dari positif ke negatif dalam bentuk gelombang.

Arus searah (DC) adalah jenis arus listrik di mana aliran muatannya hanya mengalir ke satu arah saja. Sekarang bayangkan air yang mengalir lewat pipa hanya satu arah saja, dari titik A ke titik B, tanpa pernah balik arah. Itulah arus searah (DC), arus listrik yang tegangannya stabil (konstan) dari waktu ke waktu. 

Kenapa Rumah Pakai AC, Bukan DC?

Setelah tahu bedanya AC dan DC, mungkin kamu makin penasaran: kalau DC lebih stabil dan aman, kenapa justru AC yang dipilih untuk rumah? Jawabannya ada di efisiensi, kemudahan distribusi, dan dukungan teknologinya. Yuk kita bahas!

1. AC Lebih Mudah Dikirim Jarak Jauh

Salah satu alasan utama kenapa AC dipakai untuk listrik rumah adalah karena AC bisa dikirimkan dari pembangkit listrik ke tempat jauh tanpa banyak kehilangan energi. Ini berkat teknologi yang namanya transformator, yang bisa menaikkan atau menurunkan tegangan listrik dengan mudah.

Tegangan tinggi bikin arus yang lewat kabel jadi kecil, dan itu artinya energi yang hilang selama perjalanan juga lebih sedikit. Setelah sampai dekat rumah kamu, tegangan listriknya diturunkan lagi supaya aman dipakai. Kalau pakai DC, proses ini jauh lebih rumit dan mahal karena butuh alat khusus (bukan transformator biasa).

2. Lebih Efisien untuk Sistem Kelistrikan Skala Besar

Jaringan listrik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sudah dibangun berdasarkan sistem AC sejak dulu. Infrastruktur seperti gardu, kabel tegangan tinggi, dan sistem distribusinya semua didesain untuk AC. Jadi, memakai DC untuk rumah tinggal butuh biaya dan perubahan besar, yang tentu kurang praktis.

3. Lebih Aman Saat Terjadi Gangguan

Meskipun DC terlihat lebih stabil, AC justru lebih mudah diputus arusnya saat terjadi korsleting atau gangguan. Karena arus AC selalu naik turun dan menyentuh titik nol secara berkala, alat pemutus arus bisa bekerja lebih efektif. Hal ini membantu mengurangi risiko kebakaran akibat percikan listrik.

4. Lebih Sesuai untuk Peralatan Rumah Tangga

Sebagian besar peralatan rumah seperti mesin cuci, kipas angin, kulkas, dan lampu memang sudah dirancang untuk menggunakan arus AC. Bahkan alat-alat elektronik yang pakai DC, seperti laptop atau TV, tetap harus disambung ke stopkontak AC dulu, baru kemudian diubah menjadi DC lewat adaptor.

Jadi, meskipun DC terdengar lebih ‘ramah’ karena stabil dan aman, arus bolak-balik (AC) tetap unggul untuk sistem listrik rumah: lebih efisien saat dikirim jarak jauh, mudah diatur voltasenya melalui transformator, lebih hemat dari segi infrastruktur, kompatibel dengan hampir semua perangkat rumah tangga, dan lebih aman secara keseluruhan.

Untuk mendukung sistem listrik AC di rumah, kamu perlu kabel andal yang tahan lama dan Kabel Jembo jawabannya. Dengan mengandalkan kabel jembo, instalasi listrik rumahmu akan lebih aman, efisien, dan siap mendukung segala kebutuhan listrik AC. Gak cuma itu, dengan standar mutu sesuai SNI dan IEC, Kabel Jembo siap bikin listrik rumahmu lebih andal tanpa drama power cut.